ALHAMDULILLAH LULUS :]

Alhamdulillah lulus,, terimakasih ya alloh.. ga sisasia belajar tiga tahun. Bisa bikin seneng mama, papa, dan kedua abangku :]..
Terimakasih untuk semuanya atas do,a nya :]
Akan malangkah kemana saya selanjutnya ??
Kita tunggu saatnya . haha :D

Ceritanya seperti ini ni,,

Tepat di tanggal 26 April 2010
Malamnya saya tidak bisa tidur sama sekali !
bayangkan !
Jam 22.00 tertidur, jam 23.00 bangun, tetidur lagi jam 00.30, jam 04.00 bangun lagi, ya alloh betapa ngantuk terasa..
Setelah benar benar terbangun di pukul 06.50 an, tibatiba teman sms dengan menanyaka nomor ujian serta tanggal lahir saya, ia ingin membantu saya melihat hasilnya di web. Sungguh tak kuasa jika saya melihat sendiri nilai UN tersebut, malas rasanya untuk membuka komputer sepagi itu. hihi :]
Setelah saya membalas smsnya, beberpa menit kemudian ia membalasnya.
Takut rasanya untuk membaca sms itu :(
Bismillahirahmanirrahimm...
Tarrraaaaaaaaaaa !!!!
Alhamdulillah saya LULUS !!!!!
Saya langsung bersorak gembira, langsung bangun dari tempat tidur dan langsunggggg "UPDATE STATUS FACEBOOK" hihi :]
Tapi saya belum terlalu yakin akan hal itu, karena dari sekolah belum pasti, hmmm tapi setelah saya buka di web sekolah, hasilnya sama saja. hehe :]


Perhatikan Bulan Purnama dan Bulan Baru


Fenomena bulan baru dan bulan purnama berpotensi dijadikan alternatif lain sistem peringatan dini menjelang kejadian bencana alam gempa bumi. Fenomena bulan baru dan purnama dikatakan berpotensi menyebabkan pelepasan energi di lempeng bumi.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin, Selasa (6/1), terkait alternatif astronomi dalam sistem peringatan dini gempa bumi.

Menurut Thomas, hal itu disebabkan perbedaan dua arah gaya bumi, menuju dan menjauhi bulan atau matahari. Hal itu dikatakannya rentan mengganggu atau melepaskan energi dalam struktur lempeng bumi, khususnya di daerah perbatasan waktu pagi dan magrib.

"Dengan adanya kejadian ini, sangat mungkin lempengan yang sudah rawan lantas bergerak," katanya.

Bulan purnama, dikatakan Thomas, terjadi ketika bumi berada di antara bulan dan matahari. Untuk Januari 2009, bulan purnama pada tanggal 11 Januari. Sementara itu, bulan baru ketika bulan berada di antara matahari dan bumi dan terjadi tanggal 26 Januari 2009.

Thomas memberikan beberapa contoh gempa bumi yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir. Beberapa di antaranya bahkan berkekuatan tinggi dan memakan banyak korban jiwa.

Di antaranya, gempa Alor pada 12 November 2004 terjadi menjelang bulan baru, 28 Ramadhan 1425 dan gempa Nabire pada 26 November 2004 terjadi menjelang purnama, 13 Syawal 1425.

Selain itu, gempa Aceh pada 26 Desember 2004 terjadi saat purnama, 14 Dzulqaidah 1425; gempa Simeulue pada 26 Februari 2005 terjadi setelah purnama, 16 Muharram 1426; dan gempa Nias pada 28 Maret 2005 terjadi setelah purnama, 17 Safar 1426. Gempa Mentawai pada 10 April 2005 terjadi pada bulan baru, 1 Rabiul Awal 1426, dan gempa Yogya pada 27 Mei 2006, terjadi menjelang bulan baru, 29 Rabiuts Tsaniah 1427, juga termasuk di dalamnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar para ahli dan pakar gempa bumi bisa menimbang hal ini sebagai salah satu sumbangan peringatan dini gempa bumi. Diharapkan, dalam bulan baru dan purnama, kewaspadaan bisa ditingkatkan. Tujuannya, agar kejadian gempa bumi tidak menimbulkan korban.

Bagi masyarakat, hal ini bisa dijadikan pegangan. Bagi mereka yang hidup di daerah rawan bencana gempa bumi, hal ini merupakan sumbangan peringatan dini lainnya. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mandiri mempersiapkan sebelumnya atau menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi.

source :

BUMI KITA SEMAKIN RENTA

Beberapa tahun yang lalu kita menyaksikan kesengsaraan akibat banjir di beberapa daerah di Indonesia. Di Jawa Timur banjir melanda Ngawi, Bojonegoro, Nganjuk, Tuban, Gresik, Pacitan, Jember, Probolinggo, dan kota-kota lain. Di Jawa Tengah longsor akibat hujan terjadi di wilayah Karanganyar yang merenggut sejumlah jiwa. Kota-kota seperti Semarang, Demak, Kudus, Rembang, dan sebagainya pun dilahap banjir. Musibah banjir juga terjadi di Sulawesi, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan NTB. Belum lagi hilang dari ingatan kita musibah gempa bumi di Jogja dan Tsunami di Bumi Serambi Mekah. Keluarnya lumpur panas di wilayah Porong, Sidoarjo menambah derita bangsa ini. Akankah musibah-musibah ini akan terus terjadi? Bukankah telah banyak jiwa melayang? Apa sebetulnya yang tengah terjadi? Mengapa Tuhan seolah tiada henti menguji kita?

Rasanya banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak kita seiring tangisan orang-orang yang menjadi tumbal atas musibah itu. Semakin sering kita bertanya, serasa semakin tidak ada jawabannya.

Tapi coba kita amati perilaku bangsa ini. Di televisi kita lihat begitu banyak tayangan tentang perilaku kejahatan bangsa ini: susu bayi dicampur tepung, pasta gigi dipalsu, obat dipalsu, sabun dipalsu, BBM dipalsu, beras dipalsu, telur dipalsu, dan..............entah apalagi. Sekarang sulit mencari barang yang tidak dipalsu. Kalaupun ada maka harganya sudah tidak lagi bisa terjangkau rakyat kecil.

Sementara di atas sana para pejabat bergelimangan harta, meski tentu juga harta palsu karena didapat dari kata-kata dan bibir yang palsu. Betapa enaknya jaksa yang mendapat kiriman uang 6 milyar, betapa mudahnya aparat penegak hukum memalsu fakta: Dari salah menjadi benar, dari benar menjadi salah, tentu dengan imbalan yang besar. Orang jujur masuk penjara sementara penjarah harta bangsa dibiarkan piknik ke luar negeri. Alangkah bejatnya moral bangsa ini.

Lalu, mana hutan kita yang terkenal itu? Sudah ngga ada kawan................ sudah habis.... jan habis...bis....bis...bis. Coba amati kalau kita sempat telusuri jalan darat dari Balikpapan ke Bontang, ke Sangatta Kutai Timur, mana ada hutan? Yang ada hamparan ilalang yang sesekali diantarai pohon pisang. Kayunya ke mana? Entahlah .................... Yang jelas sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada sedikit secuil gerombolan pepohonan maka yang ada hanya di sekitar bukit Suharto. Konon orang-orang segan menebang kayu di situ karena takut kualat pak Harto yang menurut lagenda pernah kencing di pinggir jalan di bukit Suharto (jelas cerita tentang pak Harto yang kencing di pinggir jalan ini hanya dongeng).

Lalu, mana pula hamparan padi di sawah yang biasanya menguning ranum? Sudah jarang.... sangat jarang. Hamparan sawah sudah menjadi kebun beton, sudah menjadi permukiman. Open space sudah hampir-hampir sulit di cari, lebih-lebih di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, dan kota-kota lainnya. Jadi, mana bisa air bersembunyi agar tidak menyebabkan banjir kalau tempat persembunyiannya telah dirampas oleh manusia.

Hutan marah, air marah, bumi marah, pohon marah, batu marah, lumpur marah, pasir marah, laut marah, sungai marah, gunung marah, rakyat kecil marah, buruh pabrik marah......... Maka, habislah kita. Kita tunggu saja kapan Tuhan akan marah....karena itu berarti akhir dari segalanya..................................................



Jadi, kalau kemudian bangsa ini sengsara karena musibah yang bertubi-tubi, jangan salahkan alam, jangan marah kepada Tuhan. Alam kita telah renta akibat ulah kita sendiri. Maka bersiaplah untuk menerima adzab-Nya yang pedih............... 'audzubilahi min dzaliq....

PLANET MARS


Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari nama Dewa perang Romawi. Namun planet ini juga dikenal sebagai planet merah karena penampakannya yang kemerah-merahan.

Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.

Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam.

Dalam mitologi Yunani, Mars identik dengan dewa perang, yaitu Aries, putra dari Zeus dan Hera.

Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia Mensae. Fitur ini merupakan sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di Mars, walaupun di masa kini, telah terbukti bahwa fitur tersebut hanyalah sebuah kenampakan alam biasa.

WAHANA ANTARIKSA


Soyuz (Союз, persatuan) adalah sebuah rangkaian pesawat luar angkasa yang dirancang oleh Sergey Korolev untuk program luar angkasa Uni Soviet.

Soyus melanjutkan rancangan pesawat Voskhod dan awalnya dibangun sebagai bagian dari program Luna. Pesawat-pesawat Soyuz diluncurkan dengan roket Soyuz, sebagai bagain dari program Soyuz dan program Zond yang lebih baru.

Pesawat-pesawat Soyuz kemudian digunakan untuk mengangkut para kosmonot dari dan ke stasiun luar angkasa Salyut, Mir dan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Peluncuran pertama pesawat Soyuz tak berawak adalah pada tanggal 28 November 1966 sementara penerbangan berawak pertamanya terjadi pada 23 April 1967.